Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tapi Tak Bisa Ambil, Boleh Diwakilkan? -->

Advertisement 970x90

Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tapi Tak Bisa Ambil, Boleh Diwakilkan?

Tuesday, 27 October 2020

Ilustrasi/Foto:  Ari Saputra


hariankrinkz.com
-- Pemerintah belum berhenti menyalurkan bantuan UMKM. Bantuan UMKM atau BLT UMKM ini bersifat tunai, besarannya Rp 2,4 juta untuk masing-masing penerima.


Yang perlu jadi perhatian, bila bantuan sudah cair, pengambil uang tunai bantuannya tidak bisa diwakilkan. Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM Hanung Harimba Rachman menegaskan pelaku usaha yang mendapatkan bantuan wajib mengambilnya sendiri.


"Nggak boleh, yang bersangkutan harus datang saat pencairannya. Kan kita mau memastikan yang bersangkutan ini berhak mendapatkan, bukan orang lain, jadi nggak salah sasaran," kata Hanung kepada detikcom, Senin (26/10/2020).


Menurutnya hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran. Hanung juga menegaskan bantuan ini digunakan untuk usaha produktif, bentuknya bukan bansos.


"Kita juga mau memastikan yang bersangkutan ini masih hidup atau nggak. Karena, ini bantuan produktif jadi harus dilakukan untuk produktif usaha, bukan bansos," kata Hanung.


Hanung juga mengatakan pelaku usaha yang berhak menerima bantuan harus datang ke bank dengan membawa identitas diri, yaitu KTP. Dia menegaskan surat kuasa pun tidak bisa digunakan untuk mengambil bantuan.


"Yang bersangkutan juga harus hadir, nggak bisa juga pake surat kuasa. Kan nanti kita minta tanda tangan, maka yang mau terima duit ya mesti berkorban untuk datang," jelas Hanung.


Mau dapat bantuan juga? Begini cara daftarnya.


Mengutip laman resmi depgop.go.id, Senin (26/10/2020), syarat yang harus dibawa untuk pendaftaran yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama Lengkap beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP), Alamat tempat tinggal, bidang usaha dan nomor telepon.


Tidak semua pedagang bisa mendapat bantuan tersebut. Syaratnya, pelaku UMKM tidak sedang menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan (unbankable), pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul.


Tak hanya itu, pengusaha mikro juga bukan berasal dari anggota Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri ataupun pegawai BUMN/BUMD. BLT UMKM ini diharapkan dapat membantu keuangan pelaku usaha kecil yang pendapatannya tergerus akibat dampak pandemi virus Corona (COVID-19).


BLT UMKM Tahap II juga hanya bisa diperoleh pengusaha jika diusulkan:

1. Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di wilayah setempat

2. Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum

3. Kementerian/Lembaga

4. Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK [*]


Demikian yang dapat hariankrinkz.com sampaikan mengenai berita / artikel dengan judul Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tapi Tak Bisa Ambil, Boleh Diwakilkan?, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua. Sekian dan terima kasih atas kunjungan sobat.***

Artikel ini sudah tayang di Detik.com dengan judul " Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tapi Tak Bisa Ambil, Boleh Diwakilkan? ", hariankrinkz.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini.