Hakim Tolak Gugatan Pilpres Kubu Trump di Arizona-Pennsylvania-Georgia -->

Advertisement 970x90

Hakim Tolak Gugatan Pilpres Kubu Trump di Arizona-Pennsylvania-Georgia

-
Friday, 20 November 2020

Joe Biden (Foto: AP/Andrew Harnik)

Hariankrinkz.com -- Tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Partai Republik mengalami kekalahan berturut-turut dalam gugatan hukum terkait pilpres AS yang diajukan di Arizona, Pennsylvania dan Georgia. Hakim negara bagian dan hakim federal di ketiga negara bagian itu baru saja menolak gugatan kubu Trump.

Seperti dilansir CNN, Jumat (20/11/2020), kekalahan kubu Trump di tiga negara bagian tersebut menjadi kekalahan terbaru dalam rentetan gugatan yang bertujuan mencegah kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, sebelum Electoral College mengesahkannya sebagai Presiden AS selanjutnya.


Dalam gugatan di Arizona, hakim negara bagian John Hannah menolak permintaan yang diajukan Partai Republik Arizona agar audit lebih luas dilakukan terhadap suara yang diberikan pada Hari Pemilihan 3 November. Tim pengacara yang mewakili distrik-distrik di Arizona yang digugat hasilnya menyatakan bahwa permintaan itu berpotensi menunda pengesahan hasil pilpres di negara bagian itu.


Hakim Hannah juga menolak permintaan agar proses pengesahan hasil pilpres di Maricopa County ditunda. Maricopa County yang menjadi lokasi kota Phoenix, merupakan distrik terpadat di Arizona. Ditegaskan hakim Hannah dalam putusannya bahwa gugatan hukum itu tidak bisa dimodifikasi dan diajukan kembali.


Lebih dari separuh distrik di Arizona telah melakukan audit pasca-pilpres dan hasilnya menyatakan tidak ada perbedaan atau masalah besar yang bisa mempengaruhi hasil akhir. Audit di empat distrik terbesar di Arizona -- yang menyumbang 86 persen dari total suara pilpres di negara bagian itu -- juga tidak menemukan bukti kecurangan pilpres secara sistematis seperti yang dituduhkan Trump. Ditegaskan juga tidak ada kejanggalan di Maricopa County.


Di Pennsylvania, hakim negara bagian Robert Baldi menolak permintaan tim kampanye Trump untuk membuang lebih dari 2 ribu absentee ballot karena alasan teknis. Dalam gugatannya di Pennsylvania, kubu Trump tidak hanya berupaya menghentikan pengesahan kemenangan Biden, tapi juga berupaya membuang ribuan surat suara jenis absentee ballot yang dianggap tidak layak dihitung.


Sekitar 2.177 absentee ballots di Bucks County itu dianggap tidak layak karena amplopnya tidak tersegel atau tidak mencantumkan tanggal, nama dan alamat yang ditulis tangan oleh pemilih sendiri pada amplop terluar. Ditegaskan hakim Baldi dalam putusannya bahwa lebih dari 2 ribu absentee ballot itu akan ikut dihitung.


"Perlu dicatat bahwa para pihak yang secara spesifik ditetapkan dalam ketentuan komprehensif dari fakta-fakta menyatakan bahwa tidak ada bukti kecurangan, pelanggaran, atau ketidakwajaran apapun terkait surat suara yang digugat," tegas hakim Baldi dalam putusannya.


"Tidak ada catatan dan tidak ada dugaan yang mengarah pada kesimpulan bahwa satupun surat suara yang digugat itu diajukan seseorang yang tidak memenuhi syarat atau tidak berhak untuk memberi suara dalam pemilihan ini. Pemohon tidak pernah menyampaikan bukti atau dalil untuk menyangkalnya," imbuhnya.


Terakhir, dalam gugatan di Georgia, hakim federal Steven Grimberg menyebut upaya kubu Trump untuk mencegah pengesahan hasil pilpres 'cukup mengejutkan' dan menolak upaya untuk menghentikan sertifikasi kemenangan Biden di negara bagian ini.


Gugatan di Georgia diajukan oleh seorang elector Partai Republik bernama Lin Wood, yang menuduh adanya pelanggaran konstitusi dan kecurangan pilpres di negara bagian ini. Wood juga berupaya memblokir pengesahan hasil pilpres di Georgia.


"Tidak diragukan lagi bahwa hak individu untuk memilih adalah sangat suci," sebut hakim Grimberg dalam putusannya pada Kamis (19/11) malam.


Namun dia menegaskan bahwa pemilih individu tidak memiliki hak untuk menentukan bagaimana suara diberikan atau diputuskan untuk dihitung atau tidak. Hakim Grimberg juga menyatakan bahwa 'bukan wewenang pengadilan untuk ikut campur' dengan proses yang ditetapkan otoritas negara bagian.


Wood sebagai seorang elector dinilai oleh hakim Grimberg tidak mampu membuktikan gugatan yang diajukannya di pengadilan dan tidak memiliki kedudukan sah di pengadilan berdasarkan hukum, serta mengajukan gugatan terlalu lambat untuk mempengaruhi hasil pilpres.


Putusan untuk gugatan hukum di tiga negara bagian yang semuanya dimenangkan Biden itu, disampaikan sepanjang Kamis (19/11) waktu setempat, dengan selang waktu beberapa jam saja.


Tim pengacara kubu Trump, termasuk Rudy Giuliani, bertekad melanjutkan pertarungan, namun sejauh ini tidak ada jalur yang tersisa bagi mereka untuk bisa merebut electoral votes yang dimiliki Biden. Analisis hukum secara luas menyebut upaya Trump menggugat hasil pilpres AS 2020 akan gagal. Satu lagi gugatan masih berproses di Pennsylvania, namun hakim yang memimpin persidangan sebelumnya menyatakan skeptis terhadap gugatan tersebut. [*]


Demikian yang dapat hariankrinkz.com sampaikan mengenai berita / artikel dengan judul Hakim Tolak Gugatan Pilpres Kubu Trump di Arizona-Pennsylvania-Georgia, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua. Sekian dan terima kasih atas kunjungan sobat.***

Artikel ini sudah tayang di Detik.com dengan judul " Hakim Tolak Gugatan Pilpres Kubu Trump di Arizona-Pennsylvania-Georgia ", hariankrinkz.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini.